
Kata Tukinah, setelah Padukuhan Wunut ditunjuk sebagai
Kampung KB maka akan diprioritaskan dalam pelaksanaan pembangunan. Seperti saat
ini dari BKKBN bekerjasama dengan DP3AKBPM & D Kabupaten Gunungkidul
mengadakan pelatihan kelompok UPPKS yang berada di Padukuhan Wunut.

Mengakhiri sambutannya, Kades berharap nanti selepas
pelatihan ini kelompok UPPKS-nya semakin maju. Setelah itu Kades membuka pelatihan
kelompok UPPKS dengan ucapan basmalah dilanjutkan ketukan dua kali. Kata
Tukinah, ketukan 2 kali diasumsikan “2 Anak Cukup Bahagia Sejahtera,” yang
disambut tepuk tangan hadirin.


1. Astri Muryanti, dari PKK Kecamatan, dengan materi Diversifikasi
Pangan/ Penganekaragaman Pangan.
2. R Asis Budiarto,
SSos, Camat Tepus dengan materi Pemanfaatan
Potensi Lokal Dalam Pemberdayaan Keluarga.
3. Hery
Sudaryanto, Skep, MM Kepala UPT
Puskesmas Tepus dengan materi Prosedur dan Persyaratan Pembuatan PIRT.
Sedangkan pada latihan hari kedua disampaikan juga 3
narasumber oleh:
1. Dwi Asnuri, SE. Ketua UPK Mekarsari Kecamatan
Tepus.
2. Suwarsih, kader UPPKS Melati Desa Sumberwungu, pelaku
usaha.

Mengakiri pengarahannya kata Edy, untuk hari ke 3
pratik cara pembuatan dan pengolahan produk makanan yang akan pandu oleh narasumber
Supatminah dari kelompok UPPKS Melati
Pakwungu.
Kemudian dilanjutkan penyampaian materi hari pertama
oleh Astri Muryanti, SIP, pengurus PKK Kecamatan Tepus dengan materi Deversifikasi Pangan.
Kata Astri, bahwa masyarakat Indonesia ketergantungan
beras sangat tinggi. Padahal, sumber makanan yang mengandung karbohidrat sangat
banyak dan beragam seperti jagung, ketela atau ubi-ubian.
Prinsip deversifikasi pangan, menurut Astri, adalah pemantapan
swasembada pangan (beras), perbaikan mutu gizi pangan, peningkatan nilai tambah
non beras.

Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Camat Tepus, R Asis Budiarto, S Sos yang berjudul, Pemanfaatan Potensi Lokal Dalam Pemberdayaan Keluarga.
Kata Asis, program Pemerintah adalah mengurangi
kemiskinan dan peningkatan sumber daya manusia, pemberdayaan sumber daya lokal
melalui pengembangan inovasi teknologi yang tepat, dengan memanfaatkan
sumberdaya lokal misal pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk penanaman jahe
merah, sayuran dan ubi –ubian, dan buah.
Menutup materinya, Asis mengajak kelompok UPPKS untuk bisa
melaksanakan budidaya penanaman apotik hidup dan warung hidup dan tanaman yang
mengadung karbohidrat sebagai sumber penghasilan di Kampung KB.(*) [Edy Subambang, manajer BPKB Tepus]
0 Comments